Kamis, 25 April 2013

BUDIDAYA IKAN UCENG

Penangkapan uceng, ikan yang unik harus menggunakan sejenis perangkap yang diberi umpan didalamnya. Alat perangkap ini bernama celik, terbuat dari anyaman bambu yang dibentuk sedemikian rupa yang mirip dengan perangkap ikan yang bernama bubu, ( wuwu - bhs jawa ), hanya bentuknya lebih kecil.
Pemasangan alat perangkap uceng ( celik ) di sungai dilakukan nantara jam 3 sampai dengan jam 5 sore, karena pada jam  3 sore  biasanya ikan uceng mulai keluar dari persembunyiannya ( liar ) menuju perairan dangkal ( kurang lebih kedalaman 20 - 40 cm untuk mencari makan. Hal tersebut berlangsung sampai dengan jam 10 malam, dan uceng akan menghilang kembali ke persembunyian dan akan keluar ke kedangkalan lagi antara jam 4 dini hari sampai dengan jam 6 pagi. Setelah jam itupun ikan uceng akan kembali ke persembunyiannya, yang tepatnya pada kedalaman berapa centi meter, namun sangat susah ditemukan.
Pengangkatan (ludhang ) alat perangkap ikan uceng akan dilakukan antara jam 6 sampai dengan jam 8 pagi, ini tergantung banyaknya alat perangkap ( celik ) yang dipasang oleh orang tersebut. Biasanya  satu orang memasang celik paling banyak 150 buah yang dipasang tersebar dalam area sungai dangkal berjarak 500 sampai dengan 1000 meter.
Jika sedang beruntung satu celik bisa berisi 4 sampai 5 ekor ikan uceng, namun jika cuaca dan kondisi air sedang kurang baik, maka satu celik hanya berisi 1 sampai 2 ekor, bahkan bisa tidak isi sama sekali.
Yang tampak pada foto bawah, ikan uceng yang ada di mangkuk plastik tersebut merupakan hasil tangkapan dari 2 buah celik. Jika dilihat dari segi penangkapannya yang susah inilah, wajar saja jika harga ikan uceng mentah di pasaran menjadi cukup mahal yaitu sekitar Rp.80.000 .
 Dan harga uceng setelah digoreng akan menjadi  Rp.180.000, bahkan lebih karena terjadi penyusutan berat yang sangat  besar.
 Tidak semua orang dapat melakukan pekerjaan penangkapan ikan uceng, karena sangat membutuhkan pengetahuan tentang uceng yang biasanya ilmu ini didapat secara turun - temurun.

Keunikan cara penangkapan Uceng dengan perangkap celik ini, akan diperoleh hasil langkapan hidup, sehinggadaging uceng tetap segar dan tidak busuk, berbeda dengan hasil memancing, bisanya uceng yang terluka oleh pancing akan mati dan busuk dalam beberapa jam.

Ikan uceng sudah sangat dikenal oleh masyarakat sebagai ikan santapan orang kaya dan para pejabat, tentunya hal ini dikarenakan kelezatan ikan uceng ini sudah melegenda di kalangan masyarakat.  Sering dijumpai kejadian lucu di masyarakat jelata sangat jarang menikmati kelezatan ikan uceng ini dikarenakan harganya yang tidak terjangkau buat kantung mereka.
Bahkan saat mereka mendapat ikan uceng di musim kemarau, dengan cara bersusah payah karena harus membuat genangan air di sungai menjadi kering, setelah mendapat uceng, mereka akan menjualnya,dan mereka memilih ikan jenis lain dari hasil tangkapan tersebut yang menurut mereka harganya lebih murah.



Tidak jarang pemesan ikan uceng adalah untuk memenuhi pesanan dari luar kota yang tersebar diseluruh Indonesia bahkan luar negeri. Umumnya mereka asli dari wilayah Purbalingga dan sekitarnya yang tengah merantau, dan mereka ingin menikmati ikan uceng sebaga pelepas rindu kampung halaman.

Dan untuk memenuhi pesanan tersebut harus memakan waktu beberapa hari karena jika tidak maka uceng yang ada di pasaran akan habis terbeli orang atau untuk memenuhi yang lebih dahulu Pada gambar diatas,      seorang bapak tengah melakukan pekerjaan memberi umpan sebagai " pemancing " uceng agar masuk perangkap, berupa ramuan yang terbuat dari singkong yang direbus, kacang sangrai atau menggunakan buah jarak gebyar yang bertujuan membuat aroma gurih pada ramuan tersebut.
 Semua bahan ditumbuk sampai halus dan pekat supaya tidak mudah larut dalam air, sehingga yang keluar dari perangkap tersebut hanyalah aromanya saja.    

Inilah keunikan dari ikan uceng yang sudah melegenda di masyarakat Purbalingga bahwa ikan uceng goreng merupakan sajian kuliner berkelas yang layak anda coba nikmati



1 komentar:

hebat juga ikan kecil itu. mahal juga harganya

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More